PPN DTP Resmi Berlaku! Harga Rumah Subsidi Malang Bisa Turun, Sampai Kapan Kesempatannya?

2025 membawa suasana yang berbeda di dunia properti. Banyak orang yang sebelumnya ragu mengambil rumah akhirnya mulai melirik lagi brosur-brosur perumahan, membuka laman KPR bank, bahkan mulai bertanya ke developer. Penyebabnya satu: PPN DTP resmi diberlakukan pemerintah.

Program ini membuat pajak rumah yang biasanya menjadi beban berat di awal pembelian ditanggung oleh negara. Dan di Malang, efeknya terasa sangat nyata, terutama untuk jenis rumah subsidi Malang yang memang menyasar masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Tidak sedikit orang mulai bertanya-tanya,

“Kalau pajaknya ditanggung pemerintah, berarti harga rumah bisa turun dong? Dan sampai kapan program ini akan bertahan?”

Ketika Pajak Ditanggung Negara, Rumah Murah Jadi Benar-Benar Terjangkau

Bagi banyak calon pembeli di Malang, biaya awal adalah tantangan paling besar. DP sudah berat, biaya akad ada, biaya notaris juga harus disiapkan. Di atas itu, PPN meski terlihat ‘hanya angka pajak’ tetapi bisa menjadi hambatan lain yang membuat orang menunda beli rumah.

Dengan adanya PPN DTP, sebagian besar komponen itu jadi lebih ringan. Tiba-tiba rumah subsidi Malang yang sebelumnya terasa jauh, sekarang lebih dekat dari yang dibayangkan.

Beberapa developer mulai melaporkan lonjakan permintaan. Kantor pemasaran lebih ramai. Banyak keluarga muda kembali mempertimbangkan KPR.

Program ini seperti membuka pintu yang sempat tertutup bagi banyak orang.

Tapi Ada Pertanyaan Penting: Sampai Kapan?

Setiap kali ada insentif pemerintah, ada masa berlakunya. Dan semua orang tahu, setelah insentif berakhir, harga bisa kembali normal atau bahkan naik.

Di Malang sendiri, kekhawatiran itu semakin kuat karena:

  • harga tanah terus naik,
  • stok lahan subsidi makin tipis,
  • pembangunan bergerak makin jauh dari pusat kota,
  • dan permintaan rumah subsidi Malang terus meningkat.

Kombinasi ini membuat banyak orang merasa 2025 bisa menjadi “tahun emas” yang tidak akan terulang. Sebuah jendela kesempatan yang perlahan-lahan menyempit.

Lokasi-lokasi Strategis yang Mulai Kehabisan Unit

Program PPN DTP memang menarik, tetapi daya tarik itu semakin kuat karena lokasi rumah subsidi kini semakin terbatas. Beberapa area yang dulu penuh pilihan kini mulai kehabisan lahan.

Pakis, misalnya. Dekat bandara, dekat pintu tol, dekat Sawojajar, lokasi ideal. Namun rumah subsidi di area seperti Sekarpuro dan sekitarnya semakin cepat habis karena lahannya terbatas dan permintaan tinggi.

Karangploso punya cerita serupa. Kawasan yang berkembang pesat ini dulunya punya banyak proyek subsidi. Kini tinggal sedikit, karena tanahnya naik kelas menjadi area komersial dan non-subsidi.

Wagir dan Pandanlandung masih menyediakan alternatif, tetapi harga tanah di area tersebut juga bergerak naik setiap tahun.

Semakin banyak orang menyadari bahwa menemukan rumah subsidi Malang di area strategis kini seperti menemukan “stok terakhir”.

Ketika Harga Turun, Permintaan Naik dan Stok Menipis

Inilah efek berantai dari PPN DTP:

  • Pajak ditanggung pemerintah → harga terasa lebih ringan.
  • Harga lebih ringan → lebih banyak peminat.
  • Peminat naik → stok cepat habis.
  • Stok habis → harga tanah naik lagi.

Itu sebabnya banyak orang di industri properti berpendapat bahwa 2025 adalah tahun yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi keluarga dengan gaji 3–5 jutaan yang ingin memiliki rumah subsidi Malang.

Pertanyaannya bukan lagi, “Apakah program ini menguntungkan?” Tapi menjadi, “Apakah saya akan menyesal kalau tidak memanfaatkannya tahun ini?”

Kesempatan yang Tidak Datang Dua Kali

Banyak orang baru menyadari pentingnya memiliki rumah setelah harga naik jauh dan program insentif berakhir. Banyak pula yang berharap bisa kembali ke masa lalu ketika harga masih 150 jutaan.

Hari ini, seseorang mungkin sedang memegang brosur rumah subsidi Malang harga 160–170 jutaan sambil berkata, “Besok saja dipikirkan.”

Tapi ketika harga naik, biasanya penyesalannya datang lebih cepat dari yang dibayangkan.

Karena dalam urusan properti, yang hilang jarang kembali dan kesempatan jarang datang dua kali.

Jika ingin melihat langsung dua lokasi strategis yang masih tersedia:

SkyBriza Pakis – rumah subsidi dekat Bandara Abd. Saleh, dekat Tol Madyopuro, akses cepat ke Sawojajar.

Skyland Arjuna Karangploso – akses ideal ke Kota Batu, dekat Tol Singosari, kawasan berkembang pesat.

Keduanya saat ini masih tersedia, tapi stoknya bergerak cepat, terutama setelah PPN DTP resmi berlaku.

Blog Lainnya