Harga Tanah Melonjak! Ini Alasan Rumah Subsidi Malang Bisa Saja Hilang dari Pasaran dalam 2 Tahun

Di Malang, beberapa tahun terakhir terasa seperti babak baru dalam dunia properti. Jalan-jalan utama diperlebar, akses tol terus bertambah, kawasan industri tumbuh cepat, dan permintaan rumah makin besar. Tapi ada satu hal lain yang ikut berubah, harga tanah naik lebih cepat dari perkiraan siapa pun.

Kenaikan ini tidak hanya memengaruhi rumah komersial, tapi juga rumah subsidi Malang yang selama ini menjadi andalan masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak developer kini mulai “ketar-ketir” karena biaya perumahan subsidi harus mengikuti aturan pemerintah, sementara harga tanah bebas melesat tanpa belas kasihan.

Dan dari sinilah muncul kekhawatiran besar: Jika harga tanah terus naik, rumah subsidi Malang bisa saja hilang dari pasaran dalam 1–2 tahun ke depan.

Awalnya Banyak, Sekarang Mulai Menyempit

Di Malang Raya, dulu mudah menemukan proyek rumah subsidi. Hampir setiap kecamatan punya. Tapi kini, situasinya tidak sama. Tanah kosong yang dulu melimpah sudah berubah menjadi gudang, ruko, perumahan besar, hingga kawasan industri.

Yang tersisa justru lahan-lahan kecil yang harganya semakin mahal. Developer pun sering kali menyerah karena harga tanah tidak lagi masuk dalam batas harga rumah subsidi.

Batasan harga dari pemerintah jelas dan tidak bisa diubah seenaknya. Ketika biaya lahan, material, dan tenaga kerja naik, developer tidak punya banyak ruang untuk “bernafas”.

Dan karena itulah stok rumah subsidi Malang makin sedikit setiap tahun.

Kisah yang Terjadi di Lapangan

Dalam beberapa diskusi dengan calon pembeli, ada satu kesamaan cerita:

“Dulu banyak pilihan rumah subsidi di Malang. Sekarang kok makin jauh dan makin limited?”

Jawabannya sederhana:

Lokasi strategis sudah terlalu mahal untuk dijadikan rumah subsidi.

Begitu akses tol Madyopuro dibuka, harga tanah di Pakis melonjak. Begitu Singosari jadi gerbang baru menuju Batu, Karangploso ikut meroket. Begitu kawasan industri di Pandanlandung berkembang, lahan langsung diserbu investor.

Ini bukan rumor tetapi ini kenyataan yang sedang berlangsung sekarang.

Jika tren ini terus berlanjut dan hampir pasti akan, rumah subsidi Malang akan semakin tersingkir. Tidak hilang total, tapi akan semakin sulit dicari, dan lokasi terbaik akan menjadi “barang langka”.

Dua Tahun Lagi Bisa Jadi Terlambat

Mengapa dua tahun?

  1. Kenaikan harga tanah cenderung terjadi setiap tahun.
  2. Pembangunan infrastruktur Malang Raya masih terus berjalan.
  3. Permintaan rumah lebih besar daripada ketersediaan lahan.
  4. Developer akan mulai beralih ke rumah komersial karena margin lebih masuk akal.

Jika harga tanah tembus angka tertentu, developer tidak lagi bisa menyediakan rumah subsidi tanpa merugi. Pada titik itu, rumah subsidi hanya akan muncul di lokasi-lokasi jauh yang butuh akses tambahan.

Sementara itu, tahun 2025 justru masih menjadi titik aman karea stok masih ada, akses masih bagus, dan beberapa proyek masih masuk kategori subsidi. Tapi ini tidak akan berlangsung lama.

Kabar Baiknya: Masih Ada Lokasi yang Worth It Tapi Tidak Banyak

Meskipun stok makin menipis, masih ada beberapa lokasi yang benar-benar layak dipertimbangkan. Bukan hanya karena harganya masih sesuai regulasi, tapi juga karena aksesnya bagus dan legalitasnya aman.

Skybriza Pakis

Dekat Bandara Abd. Saleh, dekat Sawojajar, dekat pintu tol Madyopuro. Salah satu lokasi rumah subsidi Malang yang paling strategis dan cepat terserap pembeli karena harganya masih masuk dan infrastrukturnya sudah matang.

Skyland Savana – Wagir

Area yang sedang tumbuh, banyak perumahan baru, dan akses mudah menuju pusat kota Malang.
Cocok untuk keluarga yang ingin lingkungan ramai namun tetap tenang.

Skyland Arjuna – Karangploso

Nilai investasinya tinggi karena dekat jalur ke Kota Batu dan akses mudah ke tol Singosari. Tidak heran unitnya cepat terserap, lokasi ini biasanya sulit ditemukan dalam kategori rumah subsidi.

Tiga lokasi ini adalah contoh lahan subsidi yang “tersisa” sebelum akhirnya harga tanah benar-benar naik melampaui batas aturan pemerintah.

Jadi, Apa Pilihan Terbaik Sekarang?

Jika kamu termasuk orang yang sudah lama menunda membeli rumah karena ragu antara kontrak atau KPR, tinggal di kota atau pinggiran, atau menunggu harga turun, tahun ini justru menjadi momen yang paling realistis untuk bergerak.

Karena:

  • Harga tanah tidak akan turun.
  • Stok rumah subsidi Malang makin sedikit.
  • Lokasi-lokasi terbaik sedang memasuki fase final penjualan.

Menunda satu tahun saja bisa membuat perbedaan besar—bukan hanya dari segi harga, tetapi juga dari kualitas lokasi yang tersedia.

Kalau kamu ingin rumah yang legalitasnya jelas, akses bagus, dan masih masuk kategori subsidi, tiga proyek ini layak masuk daftar pertama:

Sebelum pilihan makin sempit, lebih baik cek ketersediaan unit mulai sekarang.

Blog Lainnya